Minggu, 24 Desember 2017

WAWANCARA DALAM BISNIS


Wawancara yang ditemukan dalam bisnis dapat dikelompokkan menjadi wawancara yang didominasi oleh pertukaran informasi, dan wawancara yang didominasi oleh pertukaran perasaan.

Jenis – jenis wawancara yang Didominasi oleh Pertukaran Informasi :

1.      Wawancara pekerjaan (job interview)

2.      Wawancara informasi (information interview)

3.      Wawancara yang bersifat membujuk (persuasive interview)

4.      Wawancara bagi karyawan yang mengundurkan diri (exit interview)

Wawancara yang Didominasi oleh Pertukaran Perasaan Berikut ini adalah contoh dari wawancara yang didominasi oleh pertukaran perasaan (exchange of feeling) :

1.      Wawancara evaluasi (evaluation interview)

2.      Wawancara pemberian nasihat (counseling interview)

Wawancara ini dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya, mengenai masalah-masalah pribadi yang mengganggu atau mempengaruhi kelancaran pekerjaannya.

3.      Wawancara untuk mengatasi konflik (conflict resolution interview)

4.      Wawancara teguran (diciplinary interview)

Struktur Wawancara sebagai berikut :

1.      Perencanaan Fase

2.      Menetapkan tujuan

Menetapkan spesifikasi pepekerjaan yang akan ditawarkan dan berdasarkan hal tersebut Mengembangkan pertanyaan-pertanyaan yang penting Mengidentifikasikan jawaban-jawaban yang diinginkan.

3.      Menciptakan Hubungan

Untuk mengurangi ketegangan dan memudahkan jalannya pertukaran informasi, di awal wawancara, pewawancara harus menciptakan hubungan dengan pelamar. Jabatan tangan, senyum yang hangat, dan suara yang ramah, merupakan salah satu cara dalam menyambut pelamar. Sikap seperti ini sama dengan yang dilakukan saat menerima tamu yang sedang mengunjungi kantor atau rumah. Karena ada kemungkinan pewawancara merasa gugup, atau mungkin asing dengan keadaan sekitarnya, maka sebaiknya percakapan dimulai dengan yang ringan-ringan dahulu.

4.      Menetapkan Tujuan

5.      Tahap Tanya Jawab

Pewawancara harus memeriksa kualifikasi teknis (kemampuan untuk melakukan pekerjaan) dorongan dan aspirasi (kemauan untuk melakukan pekerjaan), hubungan sosial dan keseimbangan emosi (hubungan dengan sesama teman dan diri sendiri), karakter (sifat yang dapat dipercaya), dan faktor lain yang dibutuhkan untuk mengukur keberhasilan suatu pekerjaan.

6.      Tahap Meringkas

Pada saat wawancara, terjadi pertukaran informasi antara pewawancara dengan pelamar, kemungkinan saja informasi yang didapat relevan dengan tujuan, tetapi mungkin pula sama sekali tidak relevan.

7.      Tahap Evaluasi

Setelah wawancara perlu dibuat laporan tertulis mengenai hal-hal yang berhubungan dengan wawancara. Pada akhir laporan tersebut diberikan kesimpulan, yang memberikan gambaran mengenai penilaian secara keselurukan.

Adapun Teknik Wawancara sebagai berikut :

1.      Wawancara Langsung (direct interview)

Pada wawancara langsung pewawancara mengontrol secara terus menerus jalannya wawancara.

2.      Wawancara Tidak Langsung (indirect interview)

Dalam wawancara tidak langsung, pewawancara memberikan rangsangan atau umpan kepada pelamar untuk berbicara.

3.      Wawancara Berpola (patterned interview)

Wawancara berpola adalah kombinasi dari wawancara langsung dan tidak langsung.


Untuk informasi lebih lanjut, silakan berkunjung :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar